Artikel:
Menapak Hari Depan


Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum bagian LAIN / OTHER.
Nama (Penulis): Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S., ST
E-mail (Penulis): majalah.komunitas@yahoo.co.id
Saya Wartawan di Bekasi
Judul: Kualitas Lulusan Kita
Topik: Menapak Hari Depan
Tanggal: 21 April 2007


Pada tanggal 17-19 April lalu, Seluruh SMA/SMK dan MA melaksanakan Ujian Nasional secara serentak di Indonesia. Sementara itu, SMP/MTs/SMPLB/SMALB akan menyusul UN di tanggal 24 hingga 26 April 2007. Khusus untuk anak didik yang belajar di tingkat sekolah dasar hanya melaksanakan Ujian Akhir Sekolah atau UAS yang dilaksanakan pada 18 Mei 2007.

Pada pelaksanaan UN untuk tingkat SLA ini, terutama yang terjadi di Bekasi, secara umum tergolong lancar. Di salah satu SMK yang terpantau dan kebetulan masih bertetangga dengan Redaksi Majalah Komunitas, pendidik di sekolah tersebut mengaku bahwa kualitas lulusannya tergolong masih rendah. Dan yang lebih memprihatinkan, hanya 20 persen yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Hal ini terkait kepada kompetensi sekolah, kemampuan anak, SDM pendidik dan berbagai hal yang menyangkut kemampuan ekonomi siswa.

Dalam hal praktek misalnya, bila PKL (praktek kerja lapangan) di instansi pemerintah, para siswa ini hanya kebagian mengetik surat masuk/keluar, foto copy data, mendata tamu dan bahkan membuat kopi dan melayani karyawan di instansi tersebut. Akhirnya, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa dari kegiatal PKL itu.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja selain sudah terbatas, banyaknya pendatang yang mudah membuat KTP di Bekasi, juga belum adanya kompetensi ketrampilan yang dimiliki oleh siswa tersebut paska lulus ujian.

Dilain pihak, hampir seluruh perusahaan baik PMA maupun PMDN, Nasional maupun Multinasional melakukan perekrutan karyawan melalui yayasan (outshorsing). Cara ini dilakukan selain efektifitas, juga untuk penghematan biaya. Dimana, calon karyawan tidak akan dijadikan sebagai karyawan, tetapi hanya sebagai tenaga kontrak selama 6 bulan. Jika sang karyawan kontrak dapat diperpanjang bahkan hingga 4 kali.

Praktek ini sudah lumrah, dan anehnya baik Dinas Tenaga Kerja maupun organisasi buruh diam terhadap hal ini. Dinas Pendidikan juga tidak bergeming. Akhirnya para calon pekerja itu bukan dilihat dari kemampuannya, tetapi lebih kepada kebutuhannya untuk bekerja dan kepatuhan untuk tidak menuntut yang macam-macam.

Memang dengan kondisi negara kita yang masih carut-marut ini, tak dapat dipungkiri begitulah cara-cara mereka memperlakukan calon buruh yang baru lulus dari SLA itu. Kesempatan itu sebetulnya bukan tanpa alasan. Sebab kelulusan siswa tingkat SLA di Indonesia tidak mampu bersaing dan memiliki cukup ketrampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja kita.

Kondisi ini diperparah lagi dengan sistem yang tidak singkron dengan kebutuhan dunia kerja. Misalnya lulusan SMK yang biasanya belajar terhadap keahlian tertentu, tapi pada UN ia hanya diuji dengan B. Indonesia, B. Inggris dan Matematika. Ketiga mata pelajaran itu setahu kita kalau cuma untuk kelas buruh di pabrik-pabrik tidak membutuhkan ke tiga yang diujikan tersebut.

Sebaiknya, Pemerintah lebih memikirkan dampak dari UN itu tidak membawa keuntungan bagi dunia kerja. Dan terkesan, dunia pendidikan kita hanya bisa sebatas mencetak buruh. Sungguh memprihatinbkan memang.

*Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S., ST adalah wartawan Majalah Komunitas (Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup) tinggal di Bekasi
Kontak HP 021 931 36 201, 0888 612 0401
email:tengku_imam@yahoo.co.id/majalah.komunitas@yahoo.co.id

Saya Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S., ST setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright).

CATATAN:
Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network.

Pendidikan-DasarSekolah-MenengahPerguruan-TinggiCari-PekerjaanTeknologi&PendidikanPengembangan-Sekolah



Print Halaman Ini